Kamis, 14 Juli 2022

Memaknai Hari Raya Idul Adha Sebagai Bentuk Keikhlasan


Tepat pada Hari Minggu, 10 Juli 2022 Umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan Hari Raya Idul Adha 1443 H. Sebagai umat muslim hal ini merupakan momentum diri kita untuk mendekatkan diri kita dengan sang pencipta yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Umat muslim mengetahui bahwa berkurban terdapat dalam kisah Nabi Ibrahim As dimana ia diuji dengan mendapatkan perintah dari Allah dari mimipinya untuk mengorbankan anak tercintanya yaitu Nabi Ismail As. Hal Ini tertulis dalam Al-Quran :

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Aa-saffat: 102)

Setelah melihat ketakwaan Nabi Ibrahim As dan Ismail As maka Allah Swt berfirman untuk menyuruh menghentikan perbuatannya tidak usah diteruskan pengorbanan terhadap anaknya. Sebagai bentuk imbalan keikhlasan maka Allah Swt gantikan dengan seekor kambing sebagai korban.

Berdasarkan kisah tersebut sebagai umat islam kita bisa mengambil sebuah hikmah bahwa dengan berkurban bisa meningkatkan ketaqwaan atas Perintah Allah Swt. Hal ini tertulis dalam Al-Quran

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ

Artinya:”Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)’’.(Qs Al-Hajj: 34)

Hal yang bisa kita ambil maknanya berdasarkan Al Quran surat Al-Hajj ayat 34 yaitu hewan kurban adalah rezeki yang Allah berikan kepada umat manusia. Menyembelih hewan ternak dengan dijadikan kurban merupakan bagian dari rasa sukacita dan tawakal kita umat manusia kepada Allah SWT.

Berkurban juga sebagai bentuk perintah kita untuk berbagi kepada manusa terutama fakir dan miskin. Hal ini sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Al-Quran yaitu:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:”Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur”.(Qs Al-Hajj:36)

Cerminan ayat tersebut bisa menjadi acuan bahwasanya dengan kita membagi-bagikan daging hewan kurban untuk orang di sekitar kita maupun orang yang tidak mampu yang mungkin dalam kehidupannya jarang memakan daging dari hewan kurban agar bisa merasakan kebahagiaan yang sama. Harapannya dengan saling berbagi dengan sesama bisa berlangsung tidak hanya ketika Hari Raya Idul Adha.

Berkurban juga bisa menjadi amalan yang baik di akhirat kelak karena bisa menjadi saksi di akhirat nanti seperti yang dijelaskan dalam Hadis Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi : "Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya."

Sehingga dengan keikhlasan dalam berkurban kita bisa mendapatkan banyak hal kebaikan yang menjadikan amal kebaikan kita untuk Allah Swt serta juga bisa meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan sesama umat manusia.

0 komentar:

Posting Komentar